Selasa, 02 November 2010

MADA BINTAL SMKN 36

PEREGANGAN OTOT
INTRUKSI SEBELUM MELAUT

Ibukota berbalut asap

Bangun tidur pagi hari                                                                     
matahari masih belum tiba
pandangan gelap, pekat
dari suite room hotel
saya lihat banyak penduduk
yang berjalan tergesa
sambil hisap benda putih sembilan senti
yang ujungnya menyala merah
saya kenakan sepatu olah raga
saat saya turun ke lobby
driver saya terlihat bergegas menghampiri
setelah memasukkan benda putih ke tempat sampah
saat joging di sekitar hotel
banyak warga negara olah raga
sambil kepulkan asap dari mulut
dan menjepit benda putih di jarinya
diperjalanan kembali ke hotel
aktifitas penduduk kota mulai tampak
mereka bersepeda sambil menghisap benda putih
berkendara motor sambil hembuskan asap
bermobil sambil julurkan tangan menjepit benda bernikotin
banyak pedagang, penjaja barang yang mencandu itu
sambil nglepus lanjutkan kecanduannya
saat sarapan di resto hotel
sudut boleh menghisap tak pernah kosong kursinya
mereka sulut benda putih dan hisap sebelum makan
setelah makan mereka kembali saling hembuskan asap
saya menikmati suasana dari sudut resto
sendiri
membayangkan betapa makin banyak
fulus akan mengalir ke pundi saya
karena pecandu benda yang saya produksi
tak kan pernah berkurang
usaha mengatasi kecanduan sangat tak mudah
sementara dorongan mulai mengisap “benda mewah”
amat sangat menggoda,
menggempur dari segala sudut
lihatlah di pasar, jalan raya, stasiun, stadion,
sekitar tempat ibadah, TV, Radio, sekolah, hotel,
terminal, bandara, majalah, … dan masih banyak lagi
semua saya hiasi dengan promosi produk
siang ini
saya ada meeting dengan relasi
untuk set up investasi baru
membuka rumah sakit khusus paru dan jantung,
perdagangan alat kesehatan penyakit dalam,
serta pusat rehabiltasi kencanduan
perkenalkan
saya pemilik tujuh pabrik rokok
di negeri Pak Besut

sumber (dedidwitagama.wordpress.com)

Kebanggaanku

photo  
seorang kepala sekolah yang tak pernah berhenti berkarya.....
mempunyai banyak keahlian diantaranya :
Learning, Training, Motivating, Inspiring, Empowering People
Kepala SMK Negeri 36 - Teknologi Industri, Kelautan dan Teknik Komputer Jaringan. Nara Sumber, Trainer dan Motivator bidang pendidikan, Teknologi Informasi dan Komunikasi/TIK/ICT, pencegahan penyalahgunaan narkoba, leadership.
Ngeblog merupakan salah satu hobinya selain Photografi. Tentang kegiatan pelatihan, seminar atau training Saya silahkan kunjungi http://trainerkita.wordpress.com.
Fofo-foto nya di http://fotodedi.wordpress.com
Principal at SMK Negeri 36 Jakarta, Indonesia. Olso as Trainer and Motivator on Education, ICT, Drug Abuse Prevention, Leadership.
About My Training, please visit http://trainerkita.wordpress.com.
See my foto's at http://fotodedi.wordpress.com

Senin, 01 November 2010

Puisi Tentang Rasa

Puisi Tentang Rasa

Puisi Tentang Rasa. Sebuah puisi rasa sakit hati sedih, puisi curahan hati tentang rasa yang membuat tangis sedih dan luka.


*Rasa*

Ini tentang rasa,
ketika jingga menyapa
dan embun luruh di kedua kelopakku.

Ini tentang rasa,
saat redup langit membayang menyingkap cahaya.
Pada renyah tawamu lalu berganti muram.

Ini tentang rasa,
pun secuil getir dan air mata.
Ini tentang rasa,
tentang kebekuan yang menghangat,
meski waktu tak berpihak.

Jika rasa tak kunjung membuatmu merasa,
kubiarkan rasaku...
luruh melewati waktu.
Hingga tak kau kenali lagi siapa aku.

By : Irmasenja

Asa yang Hilang ..

Ketika malam-malam gelap mengganti senja..
Kuharap bayangmu juga sirna..
Biarkan perih hanya tersimpan,
Jeritan hati juga terendam dalam..

Saat relung hati terjejali janji,,
Semua mimpi terpatri kuat di memori,,
Selalu memiliki asa indah tuk dirangkai..
Bersama bayang-bayang cinta yang terus tersenyum,,
Untukku..

Kini tak ada lagi yang ku genggam..
Mimpi-mimpi itu tiba-tiba terbang..
Begitu juga asa yang sekejap saja hilang..
Pergi bersama bayang-bayang cinta..
Yang tersenyum puas melihatku terpuruk jatuh..

By : Yully Nurochmi

Minggu, 31 Oktober 2010

Motivasi Karyawan Yang Ingin Sukses Dalam Karir

motivasi karyawanMotivasi karyawan memegang peranan yang sangat penting jika si karyawan tersebut ingin sukses dalam karirnya. Namun sering kali, banyak hal-hal yang melemahkan motivasi kita saat bekerja. Bisa kondisi kerja, atasan, rekan kerja, masalah pribadi, masalah penghargaan dan sebagainya.
Banyak orang yang kalah dengan berbagai hal yang melemahkan motivasi tersebut. Akhirnya mereka bekerja dengan motivasi yang rendah, sehingga produktivitasnya rendah, dan ini jelas akan berpengaruh pada keberhasilannya dalam karir.

Motivasi Karyawan Dibutuhkan Perusahaan

Orang yang memperkerjakan Anda, tentu membutuhkan motivasi kerja Anda. Mereka tidak mau memiliki karyawan yang malas bekerja karena produktivitasnya akan rendah. Mereka tidak membutuhkan kehadiran Anda, mereka membutuhkan kontribusi Anda. Jadi jelas karyawan dengan motivasi tinggi dibutuhkan oleh perusahaan.
Dari sini, kita sudah bisa mengambil kesimpulan, jika ingin sukses bekerja, maka kita harus menjadi karyawan yang memiliki motivasi tinggi. Motivasi tinggi berkaitan dengan produktivitas, dan produktivitas berkaitan dengan kontribusi Anda. Inilah yang dibutuhkan oleh perusahaan dari karyawannya.

Motivasi Karyawan Tanggung Jawab Karyawan Sendiri

Yah, Anda sendiri yang bertanggung jawab atas motivasi Anda. Jika Anda mau sukses dalam karir, maka tingkatkan dan pertahankan motivasi tinggi Anda. Jika Anda malas atau memiliki motivasi rendah, maka Anda sendiri yang akan menanggung akibatnya.
“Tapi….”
Saya tahu, masih ada orang yang akan mengatakan “tapi”. Yah, saya tahu banyak hal yang bisa melemahkan motivasi kita. Rekan kerja, atasan, gaji, lingkungan, sampai masalah pribadi bisa melemahkan motivasi Anda. So, what gitu lho?
Semua orang akan mengalami hal yang sama. Jika Anda bisa terganggu oleh rekan kerja, maka orang lain pun sama. Jika orang lain merasa tertekan oleh atasan, maka orang lain pun sama. Itu masalah umum. Namun, pada kenyataannya, banyak orang yang bisa berhasil dalam karir meski banyak hal yang melemahkan motivasi mereka.
Jika Anda mau sukses dalam karir, sementara situasi kerja sangat merusak motivasi, justru ini kesempatan bagi Anda untuk menjadi karyawan yang berbeda dengan karyawan lain. Saat karyawan lain runtuh motivasinya, Anda muncul menjadi karyawan dengan motivasi tinggi. Anda akan menjadi pribadi yang berbeda, Anda akan memiliki poduktivitas berbeda, Anda akan menonjol, dan harapan untuk meraih karir yang lebih baik terbuka lebar.
Motivasi karyawan adalah tanggung jawab karyawan sendiri. Motivasi Anda adalah tanggung jawab Anda sendiri. Jadilah orang yang berbeda, memiliki motivasi tinggi, meski situasi tidak mendukung. Tunjukan kalau Anda hebat, kalau Anda berbeda dengan orang lain.
Memang, perusahaan sendiri memiliki tanggung jawab untuk memelihara motivasi karyawannya. Tapi itu urusan lain, Anda sebagai karyawan, fokuslah pada diri sendiri, bagaimana agar Anda sukses. Daripada sibuk mengeluhkan perusahaan yang tidak memperhatikan motivasi karyawan mereka, lebih baik Anda sibuk untuk membangkitkan dan mempertahankan motivasi Anda. Anda boleh usul dan memberikan masukan kepada perusahan. Tapi, jangan dijadikan alasan Anda loyo dalam bekerja.

Berubah Itu Langkah Demi Langkah

berubahBanyak orang yang ingin berubah. Namun dia merasakan begitu sulit berubah. Apa penyebabnya?
Anda pernah membaca artikel Bisakah Memakan Sepeda?
Saat pertanyaan ini diajukan kepada peserta pelatihan saya, jawabannya macam-macam. Banyak yang mengatakan tidak mungkin. Bagaimana bisa memakan sepeda? Mereka anggap saya hanya bercanda.
Padahal, orang yang memakan sepeda bukan fiktif bukan juga bercanda. Ini benar, adanya tercatat di Guiness Book of Record. Bahkan katanya, sudah terpecahkan oleh orang yang memakan Harley Davidson. Wow!
Bagaimana bisa? Inilah kuncinya. Ini adalah kunci yang bisa membuat perbedaan sangat mendasar. Pemahaman inilah yang menjadikan seseorang menjelma menjadi orang hebat atau tidak. Inilah rahasia berubah!

Rahasia Berubah Itu Langkah Demi Langkah

Orang bisa memakan sepeda, bahkan Harley Davidson, karena mereka memakannya secara bertahap. Pemakan sepeda memotong-motong sepedanya, bahkan dihancurkan, kemudian dimakan sedikit demi sedikit. Akhirnya dia bisa menghabiskan sepeda (masuk ke dalam perutnya) dalam waktu 3 bulan.
Lama? Iya, memang lama. Tetapi berhasil. Jika sepeda hanya pelototi saja. Jika kita hanya memikirkan bagaimana cara makan sepeda sekaligus, kita bisa menyerah. Langsung saja kita mengatakan: “Mustahil!”
Begitu juga dalam berubah. Jika Anda ingin menjadi seseorang yang lebih baik, mulailah berubah. Langkah demi langkah, jangan berpikir sekaligus. Saat kita berpikir bahwa kita harus berubah sekaligus, meski mulut tidak berucap, pikiran bawah sadar kita akan mengatakan itu mustahil. Apa akibatnya? Dia tidak mengambil langkah untuk berubah.
Bagaimana kita bisa menghafal Al Quran? Bukankah banyak sekali? Para penghafal Al Quran menghafal ayat demi ayat, bahkan bisa jadi satu ayat pun di potong-potong dulu agar mudah menghafalnya.
Berubah itu selangkah demi selangkah. Sama seperti Anda makan, sesuap demi sesuap.

Berubah Sedikit Tetapi Kontinyu

Sepotong demi sepotong, sepeda pun habis dimakan. Selangkah demi selangkah, para pelari marathon pun bisa melalui puluhan kilo meter. Putaran demi putaran ban mobil Anda, ratusan kilo meter pun bisa ditempuh.
Jangan anggap sepele perubahan yang kecil atau sedikit. Jika dilakukan secara kontinyu, akan membawa perubahan besar dalam hidup Anda. Seorang trainer (Wiwoho) pernah mengatakan Kesuksesan besar adalah kasil dari kumpulan kesuksesan-kesuksesan kecil.
Rasulullah saw, dengan indah bersabda:
Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari)
Lakukanlah perubahan itu, meski pun kecil, sebab tidak ada yang kecil jika kita melakukan secara terus menerus, langkah demi langkah.
Siap-siap…. berubah!

LOMPAT BATU NIAS primadona TKR PMI

lompat1Panggung pementasan seni “Berbeda budaya satu gerakan” menjadi salah-satu acara yang paling banyak dihadiri kontingen Temu Karya Relawan PMI 2008. Acara yang menyajikan berbagai kesenian tradisional, tari-tarian, musik tradisional, lagu daerah, sampai pada atraksi yang membutuhkan keahlian khusus. Setiap malam mulai dari tanggal 30 Oktober sampai dengan 5 November, para kontingen mempertunjukkan kesenian tradisional dari daerah masing-masing. Jalinan persahabatan dan suasana akrab pun selalu terlihat dalam panggung kesenian “ Berbeda Budaya Satu Gerakan ”.
Rabu malam (5/11), kontingen Sumut mendapatkan kesempatan untuk mempertunjukkan keseniannya. Kontingen Sumut menampilkan tarian Maena, tarian yang mengandung makna kebersamaan, kegembiraan, kemeriahan, dan berhasil mengajak kontingen dari daerah lain untuk mengikuti gerak tari, sehingga suasana menjadi semakin semarak.
Dalam pagelaran seni malam itu, selain kontingen Sumatera Utara. Kontingen Maluku Utara, Jawa Barat, Kepualuan Riau, dan Jawa Tengah juga menampilkan ciri khas kesenian daerahnya.
Sorak-sorai penonton semakin memuncak ketika kontingen Sumatera Utara menampilkan Fahombo Batu “ Lompat Batu “ Nias, yang menjadi icon Sumut dalam Temu Karya ini. Atraksi lompat batu merupakan sebuah andalan pariwisata dari pulau Nias. “Luar biasa lompatannya, batu setinggi itu mampu dilewatinya” ujar salah-seorang penonton. Para penonoton merasa terpukau dengan aksi yang ditampilkan kontingen Sumatera Utara dan terus mengikuti pertunjukkan yang berlangsung selama ± 20 menit. Suasana akrab dan bersahabat semakin terlihat antar kontingen, dimana masing-masing kontingen saling memberikan semangat dan dukungan kepada kontingen daerah lain yang menampilkan budayanya. Inilah yang menjadi tujuan utama pagelaran seni ini, dimana antar sesama relawan PMI terjalin rasa kebersamaan dan persaudaraan sehingga penguatan kapasitas organisasi PMI semakin baik. HORAS !

Bencana Kemanusiaan Akibat Darwinisme

HARUN YAHYA
Abad 20 yang baru saja kita lewati adalah masa yang dipenuhi dengan peperangan, konflik, bencana, kesengsaraan, pembantaian, kemelaratan dan kehancuran yang luar biasa. Jutaan manusia dibantai, dibunuh dan dibiarkan mati, hidup tanpa rumah dan tempat berlindung. Maka semua dikorbankan demi membela berbagai ideologi menyesatkan. Di setiap peristiwa tampak selalu terpampang nama-nama mereka yang bertanggung jawab : Stalin, Lenin, Trosky, Mao, Pol Pot, Hitler, Mussolini, Franco.

Fasisme dan komunisme adalah dua ideologi utama yang telah menyebabkan umat manusia merasakan berbagai penderitaan di masa kegelapan tersebut. Yang menarik untuk di kaji di sini adalah ideologi-ideologi tersebut ternyata memiliki sumber ideologi yang sama (ideologi induk). Ideologi ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya, senantiasa berada di balik layar hingga saat ini. Dan senantiasa terlihat bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan. Sumber ideologi ini adalah Filsafat materialistik dan Darwinisme, bentuk penerapan filsafat materialisme pada alam.

Darwinisme muncul abad 19 sebagai penghidupan kembali sebuah mitos ilmu yang telah ada sejak peradaban Sumeria dan Yunani Kuno, oleh seorang ahli biologi amatir Charles Darwin. Sejak kemunculannya Darwinisme menjadi landasan berpijak ilmiah bagi semua ideologi-ideologi yang membawa bencana bagi umat manusia.

Selanjutnya teori evolusi atau Darwinisme tidak terbatas hanya pada bidang biologi dan paleontologi, tetapi merambah pada bidang-bidang sosial, sejarah, politik dan mempengaruhi berbagai sisi kehidupan.

Oleh karena sejumlah pernyataan-pernyataan khusus Darwinisme mendukung sejumlah aliran pemikiran yang di masa itu sedang tumbuh dan berkembang, Darwinisme mendapat dukungan luas dari kalangan ini. Orang-orang berusaha menerapkan keyakinan bahwa terdapat “peperangan (perjuangan) untuk mempertahankan hidup” pada mahluk hidup di alam. Oleh sebab itu, ide bahwa “yang kuat tetap hidup dan yang lemah akan musnah” mulai diterapkan juga pada manusia dan kehidupan manusia dalam bermasyarakat. Justifikasi ilmiah Darwinisme inilah yang kemudian digunakan oleh :

a. Hitler untuk membangun ras super
b. Karl marx untuk mengatakan bahwa “sejarah manusia adalah sejarah peperangan antar kelas masyarakat”
c. Kaum kapitalis yang percaya bahwa “yang kuat tumbuh menjadi semakin kuat dengan mengorbankan yang lemah”.
d. Bangsa kolonial untuk menjajah dunia ketiga dan perlakuan biadab mereka.
e. Tindakan rasisme dan diskriminasi.

Mekipun demikian, seorang pendukung teori evolusi dalam bukunya The Moral Animal, Robert Wright, mengulas secara singkat tentang bencana kemanusiaan akibat munculnya teori evolusi, bahwa:

“Tidak dapat dipungkiri, teori evolusi memiliki sejarah panjang yang kelam dalam penerapannya pada hubungan antar manusia. Setelah bercampur dengan filsafat politik di sekitar peralihan abad ini, untuk membentuk ideologi yang tidak jelas, yang dikenal dengan “Darwinisme Sosial”, ideologi ini digunakan oleh kaum rasis, fasis dan kapitalis yang tidak memiliki hati nurani” 1

Rasisme Darwin dan Kolonialisme


Teman dekat Darwin, Profesor Adam Sedgwick adalah satu di antara sekian banyak orang yang melihat bahaya yang akan ditimbulkan oleh teori evolusi di masa mendatang. Setelah membaca dan memahami buku Darwin The Origin of Species, ia menyatakan bahwa “Jika buku ini diterima masyarakat luas, [maka buku] ini akan memunculkan kebiadaban ras manusia yang belum pernah tersaksikan sebelumnya” 2. Dan waktu menunjukkan bahwa Sedgwick benar. Sejarah mencatat bahwa abad 20 adalah periode gelap dimana manusia melakukan pembantaian hanya karena ras atau suku bangsa mereka.
Darwin mengklaim bahwa ”fight for survival (perjuangan untuk mempertahankan hidup)” juga terjadi antar ras-ras manusia. “Ras pilihan” muncul sebagai pemenang dalam peperangan ini. Menurut Darwin ras pilihan adalah bangsa kulit putih Eropa. Sedangkan ras-ras Asia dan Afrika, mereka telah kalah dalam peperangan mempertahankan hidup. Darwin berkata lebih jauh bahwa ras-ras ini akan segera kalah dalam peperangan mempertahankan hidup di seluruh dunia dan akhirnya punah :

“Di masa mendatang tidak sampai berabad-abad lagi, ras-ras menusia beradab hampir dipastikan akan memusnahkan dan menggantikan ras-ras biadab di seluruh dunia. Pada saat yang sama kera-kera antromorfosis (menyerupai manusia) …tidak diragukan lagi akan musnah, selanjutnya jarak antara manusia dengan padanan terdekatnya akan lebih lebar, karena jarak ini akan memisahkan manusia dalam keadaan yang lebih beradab, sebagaimana yang kita harapkan, dari Kaukasian sekalipun, dengan jenis-jenis kera serendah babon, tidak seperti sekarang yang hanya memisahkan negro atau penduduk asli Australia dengan gorila.” 3

Pada bagian lain The Origin of Species, Darwin mengklaim bahwa bagi ras-ras inferior perlu untuk punah dan tidak ada perlunya bagi ras-ras yang telah maju untuk melindungi mereka dan menjaga mereka agar tetap hidup. Darwin mengibaratkan hal ini dengan mereka yang memelihara hewan-hewan untuk dikembangbiakan :

“Pada manusia-manusia primitif, kelemahan pada tubuh dan akal akan segera dieliminir dan mereka yang tetap hidup biasanya memperlihatkan kondisi kesehatan yang prima. Sekalipun kita manusia-manusia beradab berusaha secara maksimal untuk mengawasi proses eliminasi ini, kita bangun rumah-rumah perawatan bagi orang-orang yang sakit jiwa, cacat dan sakit, kita terapkan undang-undang bagi kaum miskin.. Ada alasan yang bisa dipercaya bahwa vaksinasi telah menyehatkan ribuan orang, yang sebelumnya orang-orang yang lemah fisiknya akan mati karena cacar. Dengan demikian orang-orang yang lemah dari masyarakat beradab melangsungkan keturunannya. Tidak ada seorang pun yang pernah mempelajari pembiakan hewan-hewan piaraan akan ragu bahwa tindakan ini akan sangat merugikan bagi ras manusia.” 4

Teori Darwin yang menolak eksistensi Tuhan telah menyebabkan sebagian orang tidak melihat manusia sebagai sosok yang diciptakan Tuhan dan bahwa semua manusia diciptakan setara. Ini adalah salah satu fakta di balik munculnya rasisme dan penerimaannya secara cepat di seluruh dunia.
Kolonialisme erat kaitannya dengan Darwinisme; dan negara yang sangat diuntungkan oleh pandangan rasis Darwin adalah negeri Darwin sendiri: Inggris. Di masa ketika Darwin mengemukakan teorinya, Inggris sedang mendirikan imperium kolonial nomor 1 di dunia. Semua sumber daya alam di negeri-negeri yang dijajahnya dari India hingga Amerika Latin dirampok oleh imperium Inggris. Sudah barang tentu negeri-negeri penjajah tersebut tidak ingin dituliskan dalam sejarah sebagai negeri perampok dan untuk menutupi kebiadaban ini mereka mencari alasan pembenaran tindakan tersebut. Salah satunya adalah dengan menganggap bangsa jajahan sebagai “orang primitif” atau “makhluk mirip binatang”. Dengan pandangan ini mereka dibantai dan disiksa secara biadab karena bukanlah manusia, akan tetapi makhluk separuh manusia separuh binatang, dan tindakan penjajah tersebut tidak bisa dikatagorikan sebagai kriminal.


Aliansi Fasisme dan Darwinisme
Nazisme lahir di tengah-tengah kekacauan di Jerman yang kalah dalam perang dunia I. Pemimpin partai Nazi adalah seorang agresif yang sangat benci agama-agama samawi bernama Adolf Hitler. Rasisme adalah cara pandang Hitler, dan ia percaya bahwa ras Arya, komponen utama bangsa Jerman, lebih tinggi dibanding ras-ras lain dan wajib memimpin mereka. Ia memimpikan bangsa Arya akan membangun imperium yang akan bertahan selama 1000 tahun.

Landasan berpijak ilmiah teori rasis Hitler adalah teori evolusi Darwin. Tokoh yang sangat mempengaruhi pemikiran Hitler adalah seorang sejarawan rasis Jerman Heinrich von Treitschke, sosok yang sangat terpengaruhi oleh teori evolusi Darwin dan mendasarkan pandangan rasisnya pada Darwinisme. Ia berpendapat, “Bangsa-bangsa hanya akan maju melalui kompetisi sengit sebagaimana [pendapat] Darwin [tentang kemampuan] individu yang kuat [untuk] tetap bertahan hidup,” dan menyatakan bahwa ini berarti peperangan panjang yang tak terelakkan. Ia berpandangan bahwa, “Penaklukan dengan pedang adalah cara untuk membangun peradaban dari kebiadaban dan ilmu pengetahuan dari kebodohan.” Ia berpandangan bahwa: “Ras-ras kuning tidak memahami seni dan kebebasan politik. Sudah menjadi takdir ras-ras hitam untuk melayani [bangsa kulit] putih dan sebagai sasaran kebencian [orang] kulit putih untuk selama-lamanya” 5

Ketika Hitler membangun teorinya, ia mendapatkan inspirasi dari Darwin, khususnya pemikiran Darwin tentang pertarungan (perjuangan) untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Bukunya yang terkenal diberi judul Mein Kampf (“Perjuagan Saya”) terinspirasi dari pertarungan (perjuangan) untuk mempertahankan kelangsungan hidup ini. Sebagaimana Darwin, Hitler memberikan status kera pada ras-ras non-Eropa, dan mengatakan, “Hapuskan [ras] Jerman Nordik dan tidak ada yang tersisa kecuali tarian para kera.” 6

Sekutu Hitler di Eropa adalah Mussolini (Italia) dan Franco (Spanyol). Mussolini adalah Darwinis tulen yang menjadikan kapak sebagai simbol Fasisme dan Partai Fasis, sebab kapak adalah simbol peperangan, kekerasan, kematian dan pembantaian. Pada tahun 1935 ia menjajah Ethiopia dan berhasil memusnahkan 15000 orang hingga tahun 1941. Selain mendukung dan membenarkan pendudukannya atas Ethiopia dengan pendapat Darwin yang rasialis, Mussolini berpendapat bahwa Ethiopia adalah bangsa inferior (kelas rendah) sebab mereka adalah ras hitam; dan diperintah oleh ras superior seperti bangsa Italia merupakan sebuah kehormatan bagi bangsa Ethiopia. Libia pun tidak lepas dari kolonialisme Mussolini, dimana sekitar 1.5 juta kaum Muslimin terbunuh.

Gerakan Nazi dan Rasisme kini bangkit lagi dalam bentuk Neo-Nazi, dengan sumber inspirasi yang tidak berbeda dengan pendahulunya, yakni Darwinisme.

Darwinisme: Sumber Kekejaman Komunis

Ideologi yang mengakibatkan malapetaka yang paling dasyat bagi kemanusiaan di abad yang baru saja kita tinggalkan adalah Komunisme. Komunisme, yang mencapai puncak sejarahnya oleh dua tokoh filsuf Jerman Karl Marx dan Friedrich Engels di abad 19, menumpahkan darah lebih banyak dibanding kaum Nazi dan imperialis. Dua orang ini adalah tokoh ateis tulen yang sangat membenci agama.
Akan tetapi Marx dan Engels memerlukan penjelasan atau pembenaran ilmiah bagi ideologi mereka agar dapat menarik simpati masyarakat luas. Sungguh menarik bahwa teori evolusi yang dikemukakan Darwin dalam buku The Origin of Species berisi penjelasan yang dicari-cari oleh Marx dan Engels. Darwin mengatakan bahwa makhluk hidup muncul sebagai hasil dari proses “perjuangan untuk mempertahankan hidup” atau “konflik dialektik”. Tambahan lagi, Darwin adalah seorang yang menolak adanya penciptaan dan mengingkari kepercayaan agama. Ini adalah kesempatan baik bagi Marx dan Engels yang tidak boleh dilewatkan.

Darwinisme memiliki kaitan yang sedemikian sangat penting dengan Komunisme sehingga beberapa bulan setelah buku Darwin terbit, Friedrich Engels menulis kepada Karl Marx, “Darwin, yang [bukunya] kini sedang saya baca, sungguh bagus.” 7 Karl Marx lalu membalas surat Engels pada tanggal 19 Desember 1860, “Ini adalah buku yang berisi dasar berpijak pada sejarah alam bagi pandangan kita.” 8 Dalam sebuah surat yang ditulis Marx kepada Lassalle, seorang rekan sosialisnya, pada tanggal 16 Januari 1861, ia mengatakan, “Buku Darwin sangatlah penting dan membantu saya [meletakkan] landasan berpijak dalam ilmu alam bagi perjuangan kelas dalam sejarah.” 9

Lenin adalah sosok yang menjadikan proyek revolusi Komunis Karl Marx terealisasi melalui revolusi Bolshevik yang berhasil menggulingkan Tsar Rusia melalui kudeta bersenjata di bulan Oktober 1917. Setelah itu, Rusia menjadi ajang perang saudara antara kaum Komunis dan para pendukung Tsar Rusia selama sekitar tiga tahun. Tak berbeda dengan pendahulunya, Lenin adalah pengagum Darwinisme dan mengatakan, “Darwin telah membungkam kepercayaan bahwa spesies hewan dan tumbuhan tidak memiliki kaitan satu sama lain, kecuali secara kebetulan, dan bahwa mereka diciptakan oleh Tuhan, dan oleh karenanya tidak bisa mengalami perubahan.”10

Trotsky boleh dibilang arsitektur paling penting dalam revolusi Bolshevik setelah Lenin. Ia pun tak lepas dari kekagumannya kepada Darwin, “Penemuan Darwin adalah kemenangan terbesar dialektika di segala aspek kehidupan”. 11

Setelah kematian Lenin di tahun 1924, Stalin, yang dianggap sebagai diktator paling berdarah-darah dalam sejarah dunia, menaiki tahta Partai Komunis. Di tangan Stalin, Komunisme tampak jelas sebagai sistem ideologi yang paling sadis. Sekitar 20 juta manusia tak berdosa mati di masa pemerintahan tangan besinya. Para sejarawan mengungkapkan bahwa kebrutalan ini memberikan kebahagiaan tersendiri baginya. Ia sangat bahagia ketika duduk di mejanya di Kremlin sambil membaca dengan seksama orang-orang yang mati di kamp-kamp konsentrasi ataupun yang telah tewas dieksekusi.

Hal yang menjadikannya jagal biadab adalah filsafat materialis yang diyakininya. Dalam perkataan Stalin sendiri, dasar berpijak utama filsafatnya adalah teori evolusi Darwin. Ia menjelaskan betapa pentingnya ia memegang pemikiran Darwin: “Tiga hal yang kita lakukan untuk menghormati akal para pelajar seminari kita. Kita harus ajarkan kepada mereka usia bumi, asal-muasal bumi, dan ajaran-ajaran Darwin.” 12

Satu lagi rejim komunis yang menjadikan Darwinisme sebagai pijakan ilmiah telah didirikan di China. Para pendukung komunis di bawah pimpinan Mao Tse Tung memegang kendali kekuasaan pada tahun 1949 setelah perang saudara yang berkepanjangan. Mao mendirikan rejim yang kejam dan opresif sebagaimana sekutunya, Stalin. Mao secara terang-terangan mengumumkan landasan filosofis sistem yang dibangunnya dengan mengatakan, “Sosialisme China dibangun di atas Darwin dan teori evolusi.” 13

Kapitalisme dan Seleksi Alam di Bidang Ekonomi

Istilah kapitalisme berarti kedaulatan kapital, sistem ekonomi bebas tanpa kendala yang didasarkan pada keuntungan, di mana masyarakat berkompetisi dalam batasan-batasan. Terdapat tiga elemen penting dalam kapitalisme: individualisme, kompetisi dan mengeruk kuntungan. Individualisme penting dalam kapitalisme, sebab manusia melihat diri mereka sendiri bukanlah sebagai bagian dari masyarakat, akan tetapi sebagai “individu-individu” yang sendirian dan harus berjuang sendirian untuk memenuhi dirinya sendiri. “Masyarakat kapitalis” adalah arena dimana para individu berkompetisi satu sama lain dalam kondisi yang sangat keras dan kasar. Ini adalah arena sebagaimana yang dijelaskan Darwin, dimana yang kuat akan tetap hidup, sedangkan yang lemah dan tak berdaya akan terinjak dan musnah, dan tempat dimana kompetisi yang sengit mendominasi. Mental kapitalis tidak merasakan adanya tanggung jawab etis atau hati nurani atas orang-orang yang terinjak-injak di bawah kaki mereka. Ini adalah Darwinisme yang dipraktekkan dalam masyarakat di bidang ekonomi

Dalam biografinya, Andrew Carnegie, seorang pemilik kapital utama di Amerika, menyatakan kepercayaannya pada evolusi dengan perkataannya, “Saya telah menemukan kebenaran evolusi.” 14 Dalam artikel Darwin’s Three Mistakes, ilmuwan evolusioner Kenneth J. Hsü, membongkar pemikiran Darwinis kaum kapitalis Amerika, termasuk pernyataan Rockefeller yang menyatakan bahwa, “pertumbuhan bisnis besar hanyalah sekedar [tentang kemampuan] individu yang kuat [untuk] tetap bertahan hidup; [hal] tersebut hanyalah cara kerja hukum alam.” 15

(Disarikan dari buku The Disasters Darwinism Brought to Humanity by Harun Yahya, Al-Attique Publisher Inc. Canada, 2001)


1 Robert Wright, The Moral Animal, Vintage Books, New York, 1994, p.7
2 A.E., Wilder Smith, Man’s Origin Man’s Destiny, The Word of Today Publishing, 1993, p. 166.
3 Charles Darwin, The Descent of Man, 2nd edition, New york, A.L. Burt Co., 1874, p.178
4 Ibid p.171
5 Alaeddin Senel, Irk ve Irkcilik Düsüncesi (The Idea of Race and Racism), Ankara: Bilim ve Sanat Yayinlari, 1993, pp.62-6.
6 War Against Religion http://www.geocities.com/Heartland/Meadows/1733/book2-ch3.html
7 Conway Zirkle, Evolution, Marxian Biology and the Social Scene, Philadelphia, University of Pennsylvania Press, 1959, pp. 85-87.
8 Ibid
9 Ibid
10 Marshall Hall, Hitler, Stalin, Mao et al: The Role of Darwinian Evolutionism in Their Lives, http://www.fixedearth.com/hlsm.html
11 Alan Woods and Ted Grant, Reason in Revolt: Marxism and Modern Science, London, 1993.
12 Kent Hovind, The False Religion of Evolutionism, http://www.royalse.com/scroll/evolve/ndxng.html
13 K. Mehnert, Kampf um Mao’s Erbe, Deutsche Verlags-Anstalt, 1977.
14 Andrew Carnegie, Autobiography, Boston 1920, p327, cited in Richard Hlfstadter, Social Darwinism in American Thought, Boston, Beacon Press, 1955, p. 45.
15 Kenneth J. Hsü, “Darwin Three Mistakes”, Geology, vol. 14, June 1986, p. 534.