matahari masih belum tiba
pandangan gelap, pekat
dari suite room hotel
saya lihat banyak penduduk
yang berjalan tergesa
sambil hisap benda putih sembilan senti
yang ujungnya menyala merah
saya kenakan sepatu olah raga
saat saya turun ke lobby
driver saya terlihat bergegas menghampiri
setelah memasukkan benda putih ke tempat sampah
saat joging di sekitar hotel
banyak warga negara olah raga
sambil kepulkan asap dari mulut
dan menjepit benda putih di jarinya
diperjalanan kembali ke hotel
aktifitas penduduk kota mulai tampak
mereka bersepeda sambil menghisap benda putih
berkendara motor sambil hembuskan asap
bermobil sambil julurkan tangan menjepit benda bernikotin
banyak pedagang, penjaja barang yang mencandu itu
sambil nglepus lanjutkan kecanduannya
saat sarapan di resto hotel
sudut boleh menghisap tak pernah kosong kursinya
mereka sulut benda putih dan hisap sebelum makan
setelah makan mereka kembali saling hembuskan asap
saya menikmati suasana dari sudut resto
sendiri
membayangkan betapa makin banyak
fulus akan mengalir ke pundi saya
karena pecandu benda yang saya produksi
tak kan pernah berkurang
usaha mengatasi kecanduan sangat tak mudah
sementara dorongan mulai mengisap “benda mewah”
amat sangat menggoda,
menggempur dari segala sudut
lihatlah di pasar, jalan raya, stasiun, stadion,
sekitar tempat ibadah, TV, Radio, sekolah, hotel,
terminal, bandara, majalah, … dan masih banyak lagi
semua saya hiasi dengan promosi produk
siang ini
saya ada meeting dengan relasi
untuk set up investasi baru
membuka rumah sakit khusus paru dan jantung,
perdagangan alat kesehatan penyakit dalam,
serta pusat rehabiltasi kencanduan
perkenalkan
saya pemilik tujuh pabrik rokok
di negeri Pak Besut
sumber (dedidwitagama.wordpress.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar